Detail Cantuman Kembali

XML

analisa peningkatan status pelabuhan perikanan pantai (tipe C) menjadi pelabuhan perikanan nusantara (tipe B) di unit pelaksana teknis pelabuhan perikanan pantai tamperan, pacitan


UPT PPP Tamperan memiliki peranan yang strategis dalam pengembangan di bidang kelautan dan perikanan, yaitu sebagai pusat atau sentral kegiatan perikanan laut yang berada di wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor fungsi, kelengkapan serta pengoperasionalan fasilitas pelabuhan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat optimalisasi UPT PPP Tamperan dalam menunjang peningkatannya menjadi PPN serta untuk mengetahui arahan strategi peningkatan PPP menjadi PPN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif yaitu menggambarkan langsung keadaan pengelolaan fasilitas yang ada di UPT PPP Tamperan menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Oppoturnity, Threats), analisis perbandingan kondisi yang sebenarnya di UPT PPP Tamperan dengan standar PPN menurut Permen KP No.8 Tahun 2012. Analisa tingkat pemanfaatan Kolam Labuh dilakukan untuk mengetahui tingkat optimalisasi penggunaan fasilitas Kolam Labuh di pelabuhan. Hasil dari penelitian ini, pada analisis SWOT didapatkan UPT PPP Tamperan berada pada kuadran I dengan menggunakan strategi SO untuk mencapai tujuan peningkatan status pelabuhan. strategi SO yang digunakan yaitu dengan mengoptimalkan dukungan pemerintah untuk memaksimalkan pengoperasionalan kegiatan pelabuhan dalam peningkatan fasilitas pelabuhan, perluasan pemasaran dan distribusi hasil tangkapan serta peningkatan SDM pegawai pelabuhan. Hasil analisis perbandingan kondisi asli UPT PPP Tamperan dengan standar PPN menurut Permen KP No.08 Tahun 2012 terdapat satu (1) kriteria yang belum memenuhi standar yaitu “Terdapat industri pengolahan ikan dan industri penunjang lainnya”. Untuk melakukan peningkatan status, pelabuhan harus memenuhi standar PPN dengan mengatasi permasalahan tersebut. Hasil analisis tingkat pemanfaatan Kolam Labuh didapatkan hasil tingkat pemanfaatan Kolam Labuh I telah mencapai 1,28%. Sedangkan tingkat pemanfaatan Kolam Labuh II mencapai 1,32%, angka tingkat pemanfaatan Kolam Labuh I dan II berada di bawah kondisi optimal pelabuhan, sehingga masih memungkinkan dilakukan penambahan armada kapal perikanan.
625.25.21 Aul a
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2025
Surabaya
xi, 92 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...